KOMPONEN - KOMPONEN PEMBENTUKAN EKOSISTEM

 on Friday, January 24, 2014  

KOMPONEN - KOMPONEN PEMBENTUK EKOSISTEM


Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
1.     Abiotik

Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau
 lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam
 ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa
 anorganik,
 dan 
faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu :
1.   Suhu. Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan
   energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
2.   Air. Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun 
    beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.

 Read More >>


3.   Garam. Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme 
    melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan 
    dengan kandungan garam tinggi.
4.   Cahaya matahari. Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses 
    fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis 
    terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas 
    cahaya yang besar membuat peningkatan suhu 
     sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
5.   Tanah dan batu. Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan 
     komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan 
    sumber makanannya di tanah.
6.   Iklim. Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim 
    makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam 
    suatu daerah yang dihunikomunitas tertentu.

2.     Biotik
      Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang 
 hidup 
      (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu 
      ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa). Berdasarkan peran dan 
      fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
      a.    Heterotrof / Konsumen
Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik 
yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya . Komponen heterotrof 
disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran
lebih kecil.Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
      b.    Pengurai / dekomposer
Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang 
berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena 
makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap 
sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana 
yang dapat digunakan kembali olehprodusen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri
 dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang 
memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi
 ada tiga, 
yaitu :
1.   aerobik : oksigen adalah penerima elektron / oksidan
2.   anaerobik : oksigen tidak terlibat. Bahan organik sebagai penerima elektron 
   /oksidan
3.   fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai 
  penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan 
berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur  Misalnya, 
pada suatu ekosistem akuarium
ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai 
komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, 
sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan 
oksigen yang terlarut dalam air. 
Sumber :  Wikipedia bahasa Indonesia



No comments:

Post a Comment

J-Theme